Daihatsu Belum Berniat Bawa Xenia Baru untuk Menghadang Xpander

Tangerang – Semenjak kehadiran dua pendatang MPV baru, Mitsubishi Xpander dan Wuling Confero, LMPV veteran, Daihatsu Xenia terus membagi ‘jatahnya’. Masuk bulan Februari 2018 ini pukulan telak tampaknya ia dapatkan. Hal itu dapat dilihat dari angka penjualan Xpander yang meninggalkan selisih hampir 5.000 unit dengan Xenia.

Tapi, pihak Astra Daihatsu Motor (ADM) masih tidak ingin melawan. Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran ADM mengatakan bahwa Xenia tahun ini belum melakukan aksi ‘come back’. Ia hanya menyajikan Terios sebagai lawan dari Xpander.

“Xpander memang patut dikagumi karena mendapat respon yang luar biasa. Tapi karena sasaran pasarnya berbeda, jadi Xenia tidak terlalu berpengaruh. Jadi saya rasa lawannya adalah Terios karena kan dari segmen harganya mirip. Itu yang kita jadikan counter untuk Xpander. Kita tidak apa-apakan Xenia,” tutur Amelia kepada wartawan di kawasan BSD, Tangerang, kemarin.

“Belum ada (untuk model baru ataupun facelift Xenia), yang pasti dilihat dari jadwalnya, ada yang refreshment ada yang full model change, belum bisa sekarang belum ditentukan,” tambahnya terkait rencana Xenia di tahun ini.

Namun tidak berarti Xenia akan berdiam diri begitu saja atas tekanan yang menerkam. Tetapi untuk saat ini Daihatsu harus merelakan euphoria kejayaan dari Mitsubishi Xpander dan akan memaksimalkan SUV terbarunya, Terios.

“Namanya takut wajar karena kan kompetisi, yang bisa kami lakukan adalah mengeluarkan Terios, kami maksimalkan,” ujar Amelia.

Hal serupa juga dilakukan Toyota. Toyota yang juga memproduksi kembaran Xenia, Avanza mengaku belum akan mendandani MPV sejuta umat itu.

“Yang kita khawatirkan kalau suatu model dari desain konvensional jadi modern takutnya konsumen nggak suka. Kita kan beda, kita nggak mau seperti kompetitor,” kata Executive General Manager Toyota Astra Motor, Fransiscus Soerjopranoto saat dihubungi detikOto beberapa waktu lalu.

Menurut Soerjo bukan tidak mungkin konsumen yang bosan dengan Avanza justru beralih ke Rush model terbaru. Karena jika melihat data milik Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), angka penjualan Rush cukup meningkat drastis. Pada tahun 2017 periode yang sama Rush hanya terjual 1.917 unit sementara model barunya sudah terjual 3.575 unit.

“Ada kemungkinan mereka konsumen Avanza bosan pindah ke Rush. Kan sebelumnya Rush itu sekitar 1.000-2.000an tapi sekarang sudah 3.500an,” tuturnya.

Sebagai informasi, posisi Avanza sebagai mobil terlaris di Indonesia pada bulan Februari harus rela tergeser oleh pendatang baru Mitsubishi Xpander. Avanza hanya membukukan 6.773 unit, Xpander 7.400 unit sementara Xenia 2.529 unit. Ini bukan pertama kalinya Avanza disalip dari posisi puncak. Sebelumnya pada bulan September 2016 posisi Avanza disalip oleh sang adik, Calya.

(ruk/dry)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com