Etios Disebut Produk Gagal, Ini Kata Toyota

Jakarta – Toyota sudah menghentikan produksi city car Etios di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah tak ada varian bertransmisi otomatis yang ditawarkan Toyota sehingga kurang menarik minat masyarakat Tanah Air untuk membelinya.

Secara penjualan melihat data distribusi wholesales (dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dari tahun ke tahun penjualan Etios cenderung menurun.

Tahun 2013, misalnya, Toyota berhasil menjual 12.747 unit di tahun berikutnya Etios mengalami penurunan hanya terjual 10.041 unit. Tiga tahun berselang tepatnya tahun 2017, Etios tercatat hanya terjual 665 unit saja. Turun drastis jika dibandingkan tahun 2016 sebanyak 3.444 unit.

Ada yang menyebut Etios merupakan salah satu produk gagal Toyota karena kurang laris di pasaran sehingga memaksa pabrikan asal Jepang itu harus menghentikan produksinya. Apa ya kata Toyota menanggapi komentar soal produk gagal itu?

“Kalau definisi itu yang dipakai (kurang laris), bisa jadi,” jelas Executive General Manager PT Toyota Astra Motor Fransiscus Soerjopranoto.

Etios harus bisa bersaing dengan mobil-mobil LCGC yang sudah ditawarkan dengan transmisi matik. Itu bisa jadi berat karena kalau diperhatikan memang mobil-mobil bertransmisi otomatis memang lebih dicari oleh masyarakat khususnya mereka yang tinggal di kota besar.

Mereka beralasan jalanan yang macet kalau mobil yang dikendarai bertransmisi otomatis maka tak terlalu lelah. (dry/rgr)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com