Kenali Gejala Stres Saat Nyetir

Jakarta – Kemacetan saat berkendara bisa membuat pengendara stres. Pengendara pun berisiko kehilangan konsentrasi.

“Apakah macet dapat menimbulkan stres? Sebenarnya isu ini sudah tidak asing lagi bagi kita, bahwa macet berkaitan erat dengan stres. Pada kenyataannya memang demikian, sebab kondisi macet dapat membuat individu lelah (fisik), kemudian mempengaruhi emosi dan perilaku,” ujar
Psikolog klinis dewasa, Christina Tedja, M.Psi, Psikolog

Psikolog yang akrab disapa Tina ini mengatakan stres sebenarnya memiliki arti yang sangat luas dan bervariasi, namun secara singkat stres dapat diartikan sebagai sensasi yang menghambat konsentrasi dan kemampuan kita untuk bekerja secara efektif.

“Gejala stres dapat dilihat dari beberapa aspek seperti fisik, psikis, emosional. dan perilaku,” kata perempuan yang kerap disapa Tina.

“Sebelum mengatasi stres yang datang kepada kita, baiknya kita perlu piawai dalam mengenali gejala stres dalam diri kita sendiri karena setiap individu memiliki gejala stres yang berbeda-beda,” ujar Tina.

“Oleh karena itu mengatasi stres tergantung dari pada jenis stres yang dialami. Misalnya saja gejala stres fisik, dapat melakukan olah raga yang dapat membuat otot lebih relaks, dan lain-lain,” ucap Tina.

Dan di saat stres melanda di kala macet datang, ada beberapa tips yang bisa dilakukan di mata psikolog cantik ini.

“Tips and trick yang simple adalah di antaranya positive thinking, relaksasi dengan gerakan yang memungkinkan (stretching minim), atau mungkin bernyanyi,” katanya.

“Itu untuk stres yang pure berasal dari macet. Tapi sering kali orang-orang menyalahkan macet. Padahal sebelum terjebak dalam kemacetan sudah membawa stres tersendiri misalnya dari kantor atau dari rumah, itu lebih kompleks. Makanya kuncinya lebih kepada positive thinking dan mampu me-manage diri dan pikiran, kapan waktunya mikirin urusan A, kapan waktunya mikirin urusan B,” tutup Tina. (lth/ddn)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com