Mau Mobil Listrik Berseliweran di Jalanan Indonesia, Ini Saran Gaikindo

Jakarta – Mobil listrik diprediksi akan merajai jalanan di masa depan, termasuk di Indonesia. Meski demikian, sejumlah hal perlu dibereskan pemerintah, jika memang serius mendukung mobil tanpa emisi tersebut.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Jongkie Sugiharto, mengungkapkan sampai kapan pun mobil listrik bakal sulit berkembang jika pemerintah belum juga mengubah regulasi, terutama terkait perpajakan.

“Nomor satu paling utama itu masalah tarif (pajak). Selama belum disesuaikan, enggak mungkin masuk mobil listrik. Dari sananya sudah mahal, sampai ke sini semakin mahal,” ujar Jongkie di Jakarta.

“Di sini kena PPnBm sampai 120% yang 3.000 cc ke atas, siapa yang mau beli? Beda dengan negara tetangga, they have already incentive. Sudah ada di Malaysia, harga mobil listrik dan hybrid di sana bisa lebih murah dari mobil konvensional,” imbuhnya.

Kemudian, lanjutnya, yakni terkait infrastruktur pengisian listrik. Menurutnya, perlu ada dukungan dari pemerintah pusat dan daerah agar banyak pihak seperti pengelola gedung dan parkir yang menyediakan SPLU (Stasiun Pengisian Listrik Umum).

“Harus ada aturan juga dari daerah, ada lahan parkir 500 persegi, harus sediakan wajib minimal 5 charging. Bayar, bukan gratis, harus ada Perda-nya. Sama-sama pemerintah lewat PLN. Kalau ini dilakukan, akan ada penambahan SPLU yang luar biasa,” kata Jongkie. (idr/lth)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com