Parkir Inap di Bandara Soetta Dikeluhkan Mahal, Ini Faktanya

Jakarta – Untuk kesekian kalinya ada pengendara yang tidak mengetahui di mana parkir kendaraan yang tepat saat ingin menginapkan kendaraan di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Walhasil pengendara harus membayar biaya parkir yang tidak murah.

Seperti yang dialami oleh presenter Mumuk Gomez. Dia harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membayar parkir di Bandara Soekarno-Hatta pagi kemarin, Kamis (5/4/2018).

Dalam media sosial miliknya, @mumukgomez curhat apa yang dialaminya saat menginapkan kendaraan di Bandara Soekarno-Hatta Terminal 2.

“Pelajaran berharga, jangan pernah parkir inap lagi ya di bandara Nurul Mukharomah, lumayan kan tuh bisa buat beli cilok sebulan. Met puasa Muk,” ujarnya dalam akun media sosial miliknya @mumukgomez.

Mumuk pun mengatakan, memang ini tidak sepenuhnya salah pihak Bandara Soekarno Hatta. Karena Mumuk mengakui bahwa dirinya juga lalai karena salah menginapkan kendaraan di Bandara Soeta.

“Karena jujur aku nggak menyalahkan pihak Bandara terkait ini, karena memang aku juga yang kurang cari info dan kesalahan aku juga yang kurang tahu tentang letak parkir inap Bandaranya huhu,” kata Mumuk melalui pesan singkat kepada detikOto.

Tapi bagaimana cerita asli sebenarnya sih Mumuk? Mumuk pun menceritakan apa yang bisa membuat dirinya harus membayar uang parkir sebesar Rp 927.000.

“Jadi sebenarnya alasan aku kemarin bawa mobil ke bandara, karena pas mau berangkat itu kondisinya hujan deras banget. Karena takut telat di tol, karena macet jadi aku mau berangkat lebih awal dengan milih naik grabcar. Sudah pesen berkali-kali nggak dapat, bahkan sempat di-cancel mungkin juga karena hujan dan menuju jam-jam highfare arah bandara lagi. Jadi ini bikin frustrasi, karena takut flight waktunya udah mepet juga. Akhirnya aku mutusin buat bawa mobil sendiri ke bandara,” cerita Mumuk.

“Udah nge-feeling bakalan mahal kali ya kalau nginepin mobil ke bandara apalagi 4 hari gini. Tapi aku mikirnya paling mahal sekitar Rp 400 atau 500 ribuan, nggak expect sampe sejuta. Sudah tuhkan berangkat ke bandara bawa mobil, sampai bandara sebenarnya aku udah ngeh ada tulisan petunjuk parkir inap nah aku mikirnya tiap terminal itu pasti ada kawasan parkir inapnya jadi aku langsung melesat ke Terminal 2 bukan ke pikir inapnya,” tambah Mumuk.

Setelah masuk Terminal 2, lanjut Mumuk, dia tidak jelas melihat apakah ada parkir menginap atau tidak.

“Pas masuk terminal 2 aku sempat baca tulisan tarif, tarif parkir per malam Rp 80.000, tapi entah aku kurang jelas apa gimana itu tulisan agak sedikit menghilang. Tapi tetap aku mikirnya oh bisa kali ya di sini parkir inapnya. jadi ya ya sudah aku parkir di Terminal 2,” katanya.

“Pas udah mau pulangg, dan mau keluar tiba-tiba muncul-lah tarif parkir yang hampir setara dengan biaya bimbel sebulan, dan mbak-mbaknya bilang ‘di sini kalau parkir inap dikenakan Rp 200.000 per malam mba, kalau mau murah disarankan harus parkir inap di khusus parkiran yang buat inap di sini-sini (cerita petugas parkir-Red) yang tadinya aku mau marah tapi nggak jadi pas lihat mbaknya juga agak nggak tega bilang kalau tarif-nya segitu, jadi yaudah melayanglah itu sejuta,” cerita Mumuk.

Meski demikian, Mumuk mengatakan cukup menyesali akan kurangnya informasi di mana letak parkir inap di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kenapaaaa gaaa ditulisin kalo parkir inap disitu akan kena tarif mahal. Sarankuuuu. harus ada infooo yg detail terkait tarif prkir permalam jika menginappp, terus ada warningnya kalo kendaraan yg menginap sebaiknya diarahkan ke prkir inap khusus untuk menghindari tarif yg terlalu mahalll,” katanya. (lth/rgr)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com