Pemilik Honda Civic Turbo Ini Ngeluh, Mesin Mobil Tiba-tiba Mati

Jakarta – Honda mulai 2016 lalu meluncurkan sedan Civic bermesin turbo. Sudah ribuan unit Civic Turbo sedan dikirim ke konsumen. Namun, ada salah satu konsumen Civic Turbo yang mengeluh. Ialah Eko Agus Sistiaji yang mengeluh mobil Civic Turbo sedan miliknya bermasalah.

Aji menulis keluhannya di media sosial. Pada 23 November lalu, mobil yang dibelinya pada Maret 2017 tiba-tiba mati total saat perjalanan pulang kantor. Dia pun langsung menghubungi layanan Honda dan mobil dibawa ke bengkel terdekat, yaitu bengkel Honda di Jatinegara.

“Dari pihak (bengkel) Honda diperiksa sekitar dua hari, kemudian saya dikabarin bahwa mobil saya overheat. Diduga itu ada proses yang nggak proper saat recall three way joint,” kata Aji kepada detikOto, Selasa (30/1/2018).

Mobil disarankan untuk dipindahkan ke bengkel yang sama pada saat melakukan recall three way joint, yaitu bengkel Honda di Bekasi. Setelah diperiksa di bengkel itu, Aji mendapat kabar bahwa bengkel akan melakukan pembongkaran mesin dan menunggu instruksi dari Honda Prospect Motor (HPM sebagai agen pemegang merek Honda).

“Tapi bengkel tidak bisa kasih tahu kenapa harus dilakukan pembongkaran mesin. Tanggal 5 Desember, saya datang menemui HPM untuk menanyakan hal tersebut, tapi nggak ada jawaban kenapa mesin dibongkar,” ucap Aji.

Tanggal 7 Desember, Aji mendapat informasi lagi dari bengkel bahwa mereka akan melakukan penggantian satu unit engine assy dan pada hari yang sama mesin yang lama sudah diturunkan tanpa persetujuannya. Sementara mesin yang baru masih proses perakitan di Honda.

“Tanggal 8 itu saya dapat info lagi dari service manager-nya bahwa engine yang baru itu sudah dalam proses rakit di HPM dan perkiraan proses penggantiannya selesai 1 minggu. Saya tetap nanya kenapa harus dilakukan penggantian mesin, tetap nggak bisa jawab mereka,” tutur Aji.

Namun, Honda kembali meminta waktu untuk penggantian mesin dari yang dijanjikan sebelumnya tanggal 16 Desember menjadi 19 Desember. Dia belum juga dapat kabar mengenai alasan mesin mobil diganti tanpa persetujuannya. Pihak bengkel Honda pun mengundang Aji untuk mengadakan pertemuan dengan direksi HPM.

“Ada tiga kali pertemuan sama diler, juga sama diler dan HPM. Ketiga pertemuan itu HPM belum bisa menjelaskan kenapa diganti. HPM info perpanjangan servis garansi 3 tahun, servis gratis 3 tahun. Saya tetap memperjuangkan hak untuk mendapatkan unit baru karena saya tidak bisa menerima penggantian mesin yang dilakukan tanpa persetujuan saya dan kondisi mesin mobil yang sudah tidak sama lagi karena sudah pernah diganti. Pihak HPM kembali meminta waktu sampai tanggal 29 Desember untuk hasil dan kebijakan managemen HPM,” jelas Aji.

Akhirnya tanggal 27 Desember mobil Aji sudah selesai diganti mesinnya. Pihak bengkel mempersilakan Aji untuk pakai mobil tersebut sambil menunggu keputusan HPM apakah akan memberikan unit baru atau tidak.

“Akhirnya saya bawa tuh mobilnya. Setelah itu, baru tanggal 19 Januari kemarin, ada lagi kejadian, itu kelistrikan restart semua. Mati terus nyala, sampai setirnya juga ke-lock sendiri 1-2 detik pas mobil posisi masih jalan, itu berbahaya banget. Itu posisi lagi jalan di tol. Untungnya lagi macet-macetan. Yang bahaya itu setirnya ke-lock sendiri. Akhirnya saya laporin lagi ke mereka (Honda),” ucap Aji.

“Saya minta kalau mau diambil mobil ini (untuk diperbaiki lagi di bengkel) kasih mobil pengganti yang sama (Civic Turbo juga), tapi saya dikasih mobil penggantinya BR-V,” cerita dia.

Pada 23 Januari kemarin, pihak diler melakukan pengecekan awal untuk lanjutan keluhan restart tersebut. Aji mendapat informasi dari teknisi bahwa dari hasil pemeriksaan diprediksi terjadi hubungan singkat di jalur sinyal interior kendaraan, kerusakan pada sensor suhu interior kendaraan, dan kerusakan pada unit kontrol AC. (rgr/lth)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com