Terlalu Mahal, Nissan Baru Jual 14 X-Trail Hybrid di Indonesia

Tangerang – Produsen asal Jepang yang selalu lebih maju selangkah dalam hal mobil rendah emisi, Nissan, harus menerima hasil yang tidak gemilang. Mobil rendah emisinya, Nissan X-Trail Hybrid tidak cukup menarik untuk warga Indonesia. Sejak awal peluncurannya di 2015, mobil itu baru dijual sebanyak 14 unit saja.

Vice President Marketing and Sales PT Nissan Motor Indonesia (NMI), Davy J. Tuilan, menuturkan hal tersebut dikarenakan pajak yang ditetapkan pemerintah Indonesia untuk mobil hibrida masih mahal.

“Ya, berarti kalau jarang kelihatan di jalan Anda bisa menarik garis bahwa hybrid itu pajaknya masih mahal di Indonesia. Maka, ongkos produksinya juga mahal (pada akhirnya berdampak pada harga jual mobil-Red),” katanya kepada wartawan di Serpong, Tangerang, pekan kemarin.

“Saya rasa merek-merek lain juga berbicara tentang ini kok, tidak hanya Nissan saja. Tapi kita masih jual (X-Trail Hybrid),” lanjut Davy.

Dirinya juga menuturkan bahwa pemerintah harus menyadari hal ini bila benar-benar ingin beralih ke kendaraan rendah emisi. Bukan hanya masalah pajak, tapi juga infrastrukturnya.

“Kalau kita ingin mobil ramah lingkungan ya harus menyatu semua, tidak hanya pemerintah. Artinya, stakeholder harus siap juga dengan bahan bakarnya, kalau untuk listrik ya infrastrukturnya disiapkan. Untuk pemerintah, perpajakannya disiapkan juga. Pun dengan pemain otomotif yang menekan cost serendah mungkin,” papar Davy.

Untuk napas mobil hybrid di Indonesia, ia tidak bisa berkomentar banyak. Namun yang jelas, teknologi e-power milik Nissan diklaim sangat mampu diterapkan pada keadaan sekarang. “Saya rasa mobil e-power maupun hybrid sudah mulai cukup feasible di Indonesia asal ada sedikit improvement untuk aturan-aturan perpajakannya,” kata Davy.

Sedikit informasi, berdasarkan data Gabungan industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sejak diluncurkan akhir 2015 silam, penjualan X-Trail Hybrid tidak pernah menembus angka di atas 10 unit per tahunnya.

Pasca peluncuran, yakni tahun 2016, X-Trail Hybrid hanya mampu dijual sebanyak 4 unit saja. Sedangkan akhir tahun kemarin, angka pemesanan ini naik sebanyak enam unit. Sementara tahun ini, belum ada satu pun X-Trail Hybrid yang didistribusikan.

Maka, sejak meluncur hingga saat ini NMI hanya mampu mendistribusikan sebanyak 14 unit X-Trail Hybrid. Mobil itu dibanderol Rp 664.700.000. (ruk/rgr)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com