Toyota Sulap Lereng Lawu Karanganyar Jadi Taman Sakura

Jakarta – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) akan menyulap bukit Cemoro Kandang, Karanganyar, menjadi Taman Sakura di Lawu (Sakral). Penanaman pohon sakura telah dimulai hari ini.

Toyota Sulap Lereng Lawu Karanganyar Jadi Taman Sakura Foto: Bayu Ardi Isnanto

Penanaman pohon sakura merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial Toyota Forest yang diwujudkan dalam pelestarian lingkungan. Hal ini juga merupakan bagian kerja sama pemerintah Indonesia-Jepang yang sudah mencapai tahun ke-60.

Toyota Sulap Lereng Lawu Karanganyar Jadi Taman SakuraToyota Sulap Lereng Lawu Karanganyar Jadi Taman Sakura Foto: Bayu Ardi Isnanto

Seremonial penanaman pohon dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Presiden Direktur PT TMMIN Warih Andang Tjahjono. Turut hadir pula, Kepala Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah Adi Pradana dan Deputy Chief of Mission Kedubes Jepang untuk Indonesia, Kozo Honsei.

Warih berharap penanaman pohon tidak sekadar seremonial, namun dapat bermanfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan. Salah satunya dapat menjadi objek wisata alam yang menarik.

Toyota Sulap Lereng Lawu Karanganyar Jadi Taman SakuraToyota Sulap Lereng Lawu Karanganyar Jadi Taman Sakura Foto: Bayu Ardi Isnanto

“Cemoro Kandang nantinya akan menjadi wisata baru, seperti Grojogan Sewu. Kita berharap kegiatan ini terus berlanjut. Tantangan kegiatan enviroment itu yang penting sustain,” kata Warih di sela-sela kegiatan, Sabtu (27/1/2018).

Pada tahap pertama, terdapat 60 pohon sakura yang ditanam. Lahan 1,2 hektare milik Perhutani sudah disiapkan untuk menjadi taman bunga khas Jepang itu.

General Manager PT TMMIN, Adjie Sapta, mengatakan pemilihan bunga sakura telah melalui riset yang matang. TMMIN selama ini telah menggandeng LIPI dan Kementerian Lingkungan Hidup.

“Indonesia saat ini sudah memiliki kebun bunga sakura di Cibodas, dan sudah dicek, memang asli dari Jepang,” ujarnya.

Selanjutnya, TMMIN juga bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan masyarakat sekitar untuk perawatan dan pengembangannya.

Diperkirakan pohon sakura akan bisa dinikmati lima tahun mendatang. Seperti di Cibodas, kemungkinan pohon sakura akan berguguran dua kali dalam setahun.

“Sementara baru kita tanam 60 pohon. Maret nanti kita tambah 40 pohon. Nanti sampai lima tahun ke depan akan kita perluas sampai seluas 5 hektare,” ungkap dia.

Sementara itu, Ganjar Pranowo berharap berdirinya Taman Sakral dapat mempererat hubungan baik antara Indonesia dengan Jepang. Dia juga meminta agar taman tersebut benar-benar dikelola dengan baik.

“Siapa saja nanti yang merawat, saya minta berikan kebersihan agar pemandangan benar-benar bagus. Tidak hanya saat selfie saja, tetapi memang kenyataannya indah betul,” tutupnya. (lth/lth)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com