Wuling Tolak LCGC, Takut Merusak Segmennya

Jakarta – Beberapa tahun terakhir mobil murah identik dengan kata Low Cost Green Car (LCGC). Memang aturan soal mobil LCGC sengaja dibuat pemerintah agar para produsen mobil bisa menciptakan mobil dengan harga terjangkau sekaligus ramah lingkungan.

Beberapa produsen mobil pun cukup meramaikan pasar mobil LCGC. Sebut saja Toyota, Daihatsu, Honda, Suzuki dan juga Datsun sudah berpartisipasi dalam program itu.

Mobil LCGC Foto: detikOto

Namun tidak bagi produsen mobil asal China yang baru saja menjajakan kakinya di Indonesia tahun lalu Wuling.

Seperti diketahui harga jual mobil Wuling terbilang miring. Berselisih cukup jauh dengan para kompetitornya asal Jepang. Bahkan harga mobil Wuling biasa yang tak ada embel LCGC, harganya hampir sama dengan mobil-mobil LCGC.

Bayangkan saja, jika mobil buatan Wuling ikutan program LCGC bisa jadi harga jualnya jauh lebih murah dari mobil LCGC yang ada di pasaran. Meski begitu, pihak Wuling justru mengaku tak berencana untuk mengikuti program mobil lCGC agar bisa menciptakan mobil dengan harga lebih murah lagi.

“Kan kita udah punya segmennya sendiri Confero, biar nggak merusak segmennya juga,” kata Product Planning Specialist Wuling Motors Indonesia Arief Ramadhi di Jakarta.

Berdasarkan Permenperin No. 33/M-IND/PER/7/2013 tentang Pengembangan Produksi Kendaraan Bermotor Roda Empat Hemat Energi dan Harga Terjangkau mengatur harga LGCC sebelum pajak daerah, bea balik nama (BBN) dan pajak kendaraan bermotor (PKB) setinggi-tingginya Rp 95 juta.

Sebagai perbandingan Wuling sendiri mulai menawarkan mobilnya dengan harga Rp 128,8 juta sementara LCGC Toyota Agya ditawarkan mulai harga Rp 133,4 juta. (dry/ddn)

Post a comment

You must be logged in to post a comment.

Powered by themekiller.com